ESAB OK B3 SC – Kawat Las Paduan CrMo untuk Ketahanan Suhu Tinggi & Tekanan Tinggi

Solusi Pengelasan untuk Lingkungan Ekstrem

Di dunia industri berat seperti pembangkit listrik, kilang minyak & gas, pabrik petrokimia, serta industri bejana tekan (pressure vessel), keandalan sambungan las pada suhu tinggi dan tekanan tinggi adalah faktor mutlak yang tidak bisa ditawar. Material pipa boiler, superheater, reheater, hingga heat exchanger umumnya terbuat dari baja paduan rendah kromium-molibdenum (CrMo) yang memerlukan kawat las dengan kompatibilitas metalurgi sempurna.

ESAB OK B3 SC hadir sebagai solusi unggulan dari ESAB, produsen terkemuka dunia dalam teknologi pengelasan. Produk ini adalah kawat las paduan rendah (low alloy steel solid wire) dengan sistem pengelasan GMAW (MIG), yang dirancang khusus untuk mengelas baja jenis 1,25% Cr – 0,5% Mo (seperti ASTM A387 Grade 22, A335 P11/P22, A213 T11/T22). PT Maxxima Hersam Solusi, sebagai distributor resmi ESAB di Indonesia, dengan bangga menyediakan produk ini dalam kondisi ready stock lengkap dengan sertifikat uji pabrik (MTC) untuk mendukung proyek-proyek kritis nasional.

Mengapa ESAB OK B3 SC Menjadi Pilihan Utama?

1. Ketahanan Luar Biasa terhadap Suhu Tinggi dan Creep

ESAB OK B3 SC mengandung paduan 1,25% Chromium (Cr) yang meningkatkan ketahanan oksidasi dan korosi suhu tinggi, serta 0,5% Molybdenum (Mo) yang memberikan kekuatan terhadap creep (perubahan bentuk akibat beban konstan pada suhu tinggi). Dengan kombinasi ini, logam las mampu beroperasi secara kontinyu pada suhu hingga 550°C, menjadikannya material ideal untuk komponen pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan kilang minyak.

2. Kepatuhan Penuh pada Standar Internasional

Kawat las ini memenuhi klasifikasi AWS A5.28 / ASME SFA-5.28 : ER80S-B3 serta EN ISO 16834-A : G CrMo1MnSi. Artinya, hasil lasnya telah diakui secara global dan dapat diaudit untuk proyek-proyek yang mensyaratkan kode ASME Section IX, API 1104, atau DNV.

3. Stabilitas Busur Las yang Sangat Baik

Berkat formulasi permukaan kawat yang presisi, OK B3 SC menghasilkan busur las yang stabil dengan percikan (spatter) minimal, baik pada posisi las datar, horizontal, vertikal, maupun overhead. Hal ini meningkatkan efisiensi waktu kerja dan mengurangi biaya pembersihan pasca-las.

4. Komposisi Kimia Terkontrol untuk Ketangguhan Tinggi

Dengan kandungan karbon terkontrol (C <0,10%), ditambah mangan dan silikon yang seimbang, logam las memiliki ketangguhan impak yang baik bahkan setelah perlakuan panas pasca-las (PWHT / stress relieving). Kandungan fosfor dan sulfur yang sangat rendah (<0,015%) menjamin ketahanan terhadap keretakan las dingin (hydrogen induced cracking).

5. Fleksibilitas Gas Pelindung

ESAB OK B3 SC dapat dioperasikan dengan berbagai jenis gas pelindung, antara lain campuran Argon + CO₂ (biasanya 75-80% Ar + sisa CO₂) atau Argon + Oksigen (1-3%), tergantung pada kebutuhan penetrasi dan profil manik las yang diinginkan.

Komposisi Kimia dan Sifat Mekanik (Nilai Representatif)

Sekadar untuk bahan pertimbangan teknis, berikut perkiraan nilai yang biasanya tertera pada sertifikat uji ESAB OK B3 SC, tanpa menggunakan tabel:

Komposisi Kimia (dalam % berat):
Karbon maksimal 0,10, umumnya sekitar 0,08. Mangan antara 0,50 hingga 0,80. Silikon antara 0,40 hingga 0,70. Chromium antara 1,20 hingga 1,50. Molibdenum antara 0,40 hingga 0,60. Fosfor dan sulfur masing-masing dibawah 0,015. Kandungan tembaga juga dijaga di bawah 0,20.

Sifat Mekanik dalam kondisi las (as welded) setelah perlakuan panas normalizing dan tempering (misal 620-690°C):
Kekuatan tarik (tensile strength) berada pada rentang 550 hingga 690 MPa. Kekuatan luluh (yield strength) minimum 460 MPa. Regangan (elongation) di atas 22% untuk pengukuran dengan panjang ukur 4d. Nilai impak Charpy V-notch pada suhu 20°C umumnya mencapai 80 Joule atau lebih, tergantung pada prosedur las dan posisi.

Aplikasi Utama ESAB OK B3 SC di Dunia Industri

Melalui PT Maxxima Hersam Solusi, ESAB OK B3 SC telah banyak digunakan untuk:

  1. Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) – Pengelasan pipa boiler, header, superheater, reheater, serta komponen turbin uap yang terbuat dari baja paduan CrMo.

  2. Kilang Minyak dan Gas – Pipa pengumpul (gathering line), hydrotreater unit, reformer, dan furnace tube yang beroperasi pada suhu di atas 400°C.

  3. Industri Petrokimia – Reaktor, kolom distilasi, heat exchanger shell & tube, serta tangki penyimpanan untuk fluida panas.

  4. Bejana Tekan (Pressure Vessel) – Untuk aplikasi yang membutuhkan ketahanan creep berdasarkan kode ASME Section VIII Div. 1 atau 2.

  5. Pabrik Pupuk dan Oleochemical – Perpipaan uap superheated dan peralatan proses bersuhu tinggi.

Diameter dan Kemasan yang Tersedia

PT Maxxima Hersam Solusi menyediakan ESAB OK B3 SC dalam berbagai diameter kawat untuk menyesuaikan dengan kebutuhan arus las dan ketebalan material. Diameter yang umum tersedia adalah 0,8 milimeter (ideal untuk pelat tipis dan posisi akar las), 1,0 milimeter (paling serbaguna untuk berbagai ketebalan), dan 1,2 milimeter (untuk pengelasan lapisan pengisi dan penutup dengan laju deposit tinggi). Kawat las dikemas dalam bentuk spool plastik atau gulungan karton (drum pack) dengan berat bersih bervariasi antara 5 kg, 15 kg, hingga 250 kg, tergantung permintaan.

Parameter Pengelasan yang Direkomendasikan

Agar memperoleh hasil las optimal, ESAB merekomendasikan beberapa parameter awal sebagai pedoman. Untuk diameter 1,0 mm misalnya, arus las antara 120 hingga 220 Ampere dengan tegangan 18 hingga 26 Volt. Untuk diameter 1,2 mm, arus antara 150 hingga 280 Ampere. Gas pelindung yang disarankan adalah campuran Argon (75-80%) dengan CO₂ (20-25%) pada laju alir 15 hingga 20 liter per menit. Perhatian khusus perlu diberikan pada suhu pemanasan awal (preheat) yang umumnya antara 150°C hingga 315°C tergantung pada ketebalan dan kekakuan material, serta suhu interpass tidak melebihi 315°C. Perlakuan panas pasca las (PWHT / stress relieving) pada suhu 620-690°C selama minimal 1 jam per inci ketebalan sangat disarankan untuk memulihkan ketangguhan dan menghilangkan tegangan sisa.

Keunggulan Membeli ESAB OK B3 SC dari PT Maxxima Hersam Solusi

Sebagai Authorized Distributor ESAB, PT Maxxima Hersam Solusi tidak hanya menjual produk, tetapi memberikan nilai tambah berupa:

  • Keaslian Produk Terjamin – Setiap spool ESAB OK B3 SC datang dengan kemasan asli pabrik dan sertifikat uji (Mill Test Certificate) yang dapat dilacak.

  • Ready Stock dalam Berbagai Diameter – Mengurangi waktu tunggu proyek Anda. Kami menyimpan stok di gudang Jakarta dan Surabaya.

  • Harga Kompetitif untuk Volume Proyek – Tersedia skema harga khusus untuk pembelian proyek berskala besar, baik untuk kontraktor nasional maupun multinasional.

  • Dukungan Teknis Profesional – Tim teknis kami berpengalaman lebih dari 25 tahun di bidang pengelasan industri, siap membantu memilih parameter las, prosedur PWHT, hingga troubleshooting di lapangan.

  • Pengiriman Cepat ke Seluruh Indonesia – Dari Aceh hingga Papua, termasuk wilayah industri seperti Cilegon, Balikpapan, Batam, dan Dumai.

  • Kemitraan Jangka Panjang – Kami percaya pada hubungan yang berkelanjutan, bukan sekadar transaksi.

Kesimpulan: Solusi Las Andal untuk Proyek Kritis Anda

ESAB OK B3 SC adalah kawat las paduan rendah CrMo yang memberikan keseimbangan sempurna antara ketahanan suhu tinggi, kekuatan mekanik, dan kemudahan pengelasan. Dengan dukungan PT Maxxima Hersam Solusi sebagai distributor resmi, Anda mendapatkan produk asli, layanan purna jual, serta jaminan ketersediaan stok.

Jangan biarkan proyek bejana tekan atau pipa uap Anda menggunakan kawat las yang tidak sesuai spesifikasi. Hubungi tim kami hari ini untuk konsultasi teknis, permintaan penawaran harga, atau pengambilan sampel produk ESAB OK B3 SC.

WhatsApp: 082155720072
Website: https://www.maxximasolusi.co.id/
Email: sales@maxximasolusi.co.id

PT Maxxima Hersam Solusi – Mitra Terpercaya Anda untuk Solusi Pengelasan Industri.

Hubungi Sales Kami

Dapatkan Informasi Produk & Penawaran-Penawaran Menarik Sekarang!
Footer Artikel